Menurut dokumen yang dikeluarkan otoritas pasar bursa Amerika ( U.S. Securities and Exchange Commission ), Jim Balsillie yang sebelumnya merupakan salah satu pemegang saham individu terbesar dengan jumlah 26,8 juta lembar saham disebutkan sudah tidak lagi memiliki sama sekali saham di BlackBerry.
Tindakan seorang pejabat penting
menjual seluruh kepimilikan saham bisa dianggap sebagai indikasi bahwa
perusahaan tersebut sedang bermasalah yang membuat nilai BlackBerry turun
3,5% menjadi $13,50. Memang Jim Balsillie tidak lagi menjadi CEO, tapi
setidaknya ia masih memiliki jabatan penting menjabat sebagai vice
chairman BlackBerry.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah
tindakan Jim Balsillie merupakan indikasi bahwa ia tidak yakin akan
kesuksesan produk terbaru BlackBerry
Z10 sehingga lebih
memilih menguangkan sahamnya sebelum nilainya terus anjlok?
Karena bila kita
amati dari dokumen yang dirilis SEC, Jim sebenarnya
telah jauh-jauh hari menjual seluruh sahamnya sebelum tanggal 31 Desember 2012.
Ini artinya bila ternyata BB Z10 berhasil dan sukses mendongkrak kembali saham
BlackBerry maka bisa dibilang Jim telah kalah dalam pertaruhan.































0 komentar:
Posting Komentar